BAB 11 Pewarisan, Polimorfisme, dan Interface

11.1 Tujuan

Dalam bagian ini, kita akan membicarakan bagaimana suatu class dapat mewariskan sifat dari class yang sudah ada. Class ini dinamakan subclass dan induk class dinamakan superclass. Kita juga akan membicarakan sifat khusus dari Java dimana kita dapat secaraotomatis memakai method yand tepat untuk setiap object tanpa memperhatikan asal dari subclass object. Sifat ini dinamakan polimorfisme. Pada akhirnya, kita akan mendiskusikan tentang interface yang membantu mengurangi penulisan program.

Pada akhir pembelajaran ini, siswa harus mampu untuk:

  • Mendefinisikan superclasses dan subclasses
  • Override method dari superclasses
  • Membuat method final dan class final

11.2 Pewarisan

Dalam Java, semua class, termasuk class yang membangun Java API, adalah subclasses dari superclass Object. Contoh hirarki class diperlihatkan di bawah ini.

Beberapa class di atas class utama dalam hirarki class dikenal sebagai superclass. Sementara beberapa class di bawah class pokok dalam hirarki class dikenal sebagai subclass dari class tersebut.

Pewarisan adalah keuntungan besar dalam pemrograman berbasis object karena suatu sifat atau method didefinisikan dalam superclass, sifat ini secara otomatis diwariskan dari semua subclasses. Jadi, Anda dapat menuliskan kode method hanya sekali dan mereka

dapat digunakan oleh semua subclass. Subclass hanya butuh mengimplementasikan perbedaannya sendiri dan induknya.

11.2.1   Mendefinisikan Superclass dan Subclass

Untuk memperoleh suatu class, kita menggunakan kata kunci extend. Untuk mengilustrasikan ini, kita akan membuat contoh class induk. Dimisalkan kita mempunyai class induk yang dinamakan Person.

public class Person

{

protected String    name;

protected String    address;

/**

  • Default constructor */

public Person(){

System.out.println(“Inside Person:Constructor”);

name = “”;

address = “”;

}

/**

  • Constructor dengan dua parameter */

public Person( String name, String address ){ this.name = name;

this.address = address;

}

/**

  • Method accessor */

public String getName(){

return name;

}

public String getAddress(){

return address;

}

public void setName( String name ){

this.name = name;

}

public void setAddress( String add ){

this.address = add;

}

}

Perhatikan bahwa atribut name dan address dideklarasikan sebagai protected. Alasannya kita melakukan ini yaitu, kita inginkan atribut-atribut ini untuk bisa diakses oleh subclasses dari superclassess. Jika kita mendeklarasikan sebagai private, subclasses tidak dapat menggunakannya. Catatan bahwa semua properti dari superclass yang dideklarasikan sebagai public, protected dan default dapat diakses oleh subclasses-nya.

Sekarang, kita ingin membuat class lain bernama Student. Karena Student juga sebagai Person, kita putuskan hanya meng-extend class Person, sehingga kita dapat mewariskan semua properti dan method dari setiap class Person yang ada. Untuk melakukan ini, kita tulis,

public class Student extends Person

{

public Student(){

System.out.println(“Inside Student:Constructor”); //beberapa kode di sini

}

// beberapa kode di sini

}

Ketika object Student di-instantiate, default constructor dari superclass secara mutlak meminta untuk melakukan inisialisasi yang seharusnya. Setelah itu, pernyataan di dalam subclass dieksekusi. Untuk mengilustrasikannya, perhatikan kode berikut,

public static void main( String[] args ){

Student anna = new Student();

}

Dalam kode ini, kita membuat sebuah object dari class Student. Keluaran dari program adalah,

Inside Person:Constructor

Inside Student:Constructor

Alur program ditunjukkan sebagai berikut.

11.2.2   Kata Kunci Super

Subclass juga dapat memanggil constructor secara explicit dari superclass terdekat. Hal ini dilakukan dengan pemanggil construktor super. Pemanggil constructor super dalam constructor dari subclass akan menghasilkan eksekusi dari superclass constructor yang bersangkutan, berdasar dari argumen sebelumnya.

Sebagai contoh, pada contoh class sebelumnya. Person dan Student, kita tunjukkan contoh dari pemanggil constructor super. Diberikan kode berikut untuk Student,

public Student(){

super( “SomeName”, “SomeAddress” );

System.out.println(“Inside Student:Constructor”);

}

Kode ini memanggil constructor kedua dari superclass terdekat(yaitu adalah Person) dan mengeksekusinya. Contoh kode lain ditunjukkan sebagai berikut,

public Student(){

super();

System.out.println(“Inside Student:Constructor”);

}

Kode ini memanggil default constructor dari superclass terdekat(yaitu Person) dan mengeksekusinya.

Ada beberapa hal yang harus diingat ketika menggunakan pemanggil konstuktor super:

  1. Pemanggil super() HARUS DIJADIKAN PERNYATAAN PERTAMA DALAM constructor.
  2. Pemanggil super() hanya dapat digunakan dalam definisi constructor.
  • Termasuk constructor this() dan pemanggil super() TIDAK BOLEH TERJADI DALAM constructor YANG SAMA.

Pemakaian lain dari super adalah untuk menunjuk anggota dari superclass(seperti referensi this). Sebagai contoh,

public Student()

{

super.name = “somename”;

super.address = “some address”;

}

11.2.3  Overriding Method

Untuk beberapa pertimbangan, kadang-kadang class asal perlu mempunyai implementasi berbeda dari method yang khusus dari superclass tersebut. Oleh karena itulah, method overriding digunakan. Subclass dapat mengesampingkan method yang didefinisikan dalam superclass dengan menyediakan implementasi baru dari method tersebut.

Misalnya kita mempunyai implementasi berikut untuk method getName dalam superclass Person,

public class Person

{

:

:

public String getName(){ System.out.println(“Parent: getName”); return name;

}

:

}

Untuk override, method getName dalam subclass Student, kita tulis,

public class Student extends Person

{

:

:

public String getName(){ System.out.println(“Student: getName”); return name;

}

:

}

Jadi, ketika kita meminta method getName dari object class Student, method overridde akan dipanggil, keluarannya akan menjadi,

Student: getName

11.2.4     Method final dan class final

Dalam Java, juga memungkinkan untuk mendeklarasikan class-class yang tidak lama menjadi subclass. Class ini dinamakan class final. Untuk mendeklarasikan class untuk menjadi final kita hanya menambahkan kata kunci final dalam deklarasi class. Untuk contohnya, jika kita ingin class Person untuk dideklarasikan final, kita tulis,

public final class Person

{

//area kode

}

Beberapa class dalam Java API dideklarasikan secara final untuk memastikan sifatnya tidak dapat di-override. Contoh-contoh dari class ini adalah Integer, Double, dan String.

Ini memungkinkan dalam Java membuat method yang tidak dapat di-override. Method ini dapat kita panggil method final. Untuk mendeklarasikan method untuk menjadi final, kita tambahkan kata kunci final ke dalam deklarasi method. Contohnya, jika kita ingin method getName dalam class Person untuk dideklarasikan final, kita tulis,

public final String getName(){

return name;

} Method static juga secara otomatis final. Ini artinya Anda tidak dapat membuatnya override.

11.3   Polimorfisme

Sekarang, class induk Person dan subclass Student dari contoh sebelumnya, kita tambahkan subclass lain dari Person yaitu Employee. Di bawah ini adalah hierarkinya,

Person

Student               Employee

Dalam Java, kita dapat membuat referensi yang merupakan tipe dari superclass ke sebuah object dari subclass tersebut. Sebagai contohnya,

public static main( String[] args )

{

Person

ref;

Student

Employee

studentObject = new Student(); employeeObject = new Employee();

ref = studentObject; //Person menunjuk kepada // object Student

//beberapa kode di sini

}

Sekarang dimisalkan kita punya method getName dalam superclass Person kita, dan kita override method ini dalam kedua subclasses Student dan Employee,

public class Person

{

public String getName(){ System.out.println(“Person Name:” + name); return name;

}

}

public class Student extends Person

{

public String getName(){

System.out.println(“Student Name:” + name);

return name;

}

}

public class Employee extends Person

{

public String getName(){

System.out.println(“Employee Name:” + name);

return name;

}

Kembali ke method utama kita, ketika kita mencoba memanggil method getName dari referensi Person ref, method getName dari object Student akan dipanggil. Sekarang, jika kita berikan ref ke object Employee, method getName dari Employee akan dipanggil.

public static main( String[] args )

{

Person

ref;

Student

Employee

studentObject = new Student(); employeeObject = new Employee();

ref = studentObject; //Person menunjuk kepada // object Student

String temp = ref.getName(); //getName dari Student //class dipanggil

System.out.println( temp );

ref = employeeObject; //Person menunjuk kepada // object Employee

String temp = ref.getName(); //getName dari Employee //class dipanggil

System.out.println( temp );

}

Kemampuan dari referensi untuk mengubah sifat menurut object apa yang dijadikan acuan dinamakan polimorfisme. Polimorfisme menyediakan multiobject dari subclasses yang berbeda untuk diperlakukan sebagai object dari superclass tunggal, secara otomatis menunjuk method yang tepat untuk menggunakannya ke particular object berdasar subclass yang termasuk di dalamnya.

Contoh lain yang menunjukkan properti polimorfisme adalah ketika kita mencoba melalui referensi ke method. Misalkan kita punya method statis printInformation yang mengakibatkan object Person sebagai referensi, kita dapat me-referensi dari tipe Employee dan tipe Student ke method ini selama itu masih subclass dari class Person.

public static main( String[] args )

{

Student

Employee

studentObject = new Student(); employeeObject = new Employee();

printInformation( studentObject );

printInformation( employeeObject );

}

public static printInformation( Person p ){

….

}

11.4   Abstract Class

Misalnya kita ingin membuat superclass yang mempunyai method tertentu yang berisi implementasi, dan juga beberapa method yang akan di-overridden oleh subclasses nya.

Sebagai contoh, kita akan membuat superclass bernama LivingThing. class ini mempunyai method tertentu seperti breath, eat, sleep, dan walk. Akan tetapi, ada beberapa method di dalam superclass yang sifatnya tidak dapat digeneralisasi. Kita ambil contoh, method walk. Tidak semua kehidupan berjalan(walk) dalam cara yang sama. Ambil manusia sebagaimisal, kita manusia berjalan dengan dua kaki, dimana kehidupan lainnya seperti anjing berjalan dengan empat kaki. Akan tetapi, beberapa ciri umum dalam kehidupan sudah biasa, itulah kenapa kita inginkan membuat superclass umum dalam hal ini.

Gambar 4: class abstract

Kita dapat membuat superclass yang mempunyai beberapa method dengan implementasi sedangkan yang lain tidak. Class jenis ini yang disebut dengan class abstract.

Sebuah class abstract adalah class yang tidak dapat di-instantiate. Seringkali muncul di atas hirarki class pemrograman berbasis object, dan mendefinisikan keseluruhan aksi yang mungkin pada object dari seluruh subclasses dalam class.

Method ini dalam class abstract yang tidak mempunyai implementasi dinamakan method abstract. Untuk membuat method abstract, tinggal menulis deklarasi method tanpa tubuh class dan digunakan menggunakan kata kunci abstract. Contohnya,

public abstract void someMethod();

Sekarang mari membuat contoh class abstract.

public abstract class LivingThing

{

public void breath(){

System.out.println(“Living Thing breathing…”);

}

public void eat(){

System.out.println(“Living Thing eating…”);

}

/**

  • abstract method walk
  • Kita ingin method ini di-overridden oleh subclasses */

public abstract void walk();

}

Ketika class meng-extend class abstract LivingThing, dibutuhkan untuk override method abstract walk(), atau lainnya, juga subclass akan menjadi class abstract, oleh karena itu tidak dapat di-instantiate. Contohnya,

public class Human extends LivingThing

{

public void walk(){

System.out.println(“Human walks…”);

}

}

Jika class Human tidak dapat overridde method walk, kita akan menemui pesan error berikut ini,

Human.java:1: Human is not abstract and does not override abstract method walk() in LivingThing public class Human extends LivingThing

^

1 error

Petunjuk penulisan program:

Gunakan class abstract untuk mendefinisikan secara luas sifat-sifat dari class tertinggi pada hirarki pemrograman berbasis object, dan gunakan subclassesnya untuk menyediakan rincian dari class abstract.

11.5       Interface

Interface adalah jenis khusus dari blok yang hanya berisi method signature(atau constant). Interface mendefinisikan sebuah(signature) dari sebuah kumpulan method tanpa tubuh.

Interface mendefinisikan sebuah cara standar dan umum dalam menetapkan sifat-sifat dari class-class. Mereka menyediakan class-class, tanpa memperhatikan lokasinya dalam hirarki class, untuk mengimplementasikan sifat-sifat yang umum. Dengan catatan bahwa interface-interface juga menunjukkan polimorfisme, dikarenakan program dapat memanggil method interface dan versi yang tepat dari method yang akan dieksekusi tergantung dari tipe object yang melewati pemanggil method interface.

11.5.1     Kenapa Kita Memakai Interface?

Kita akan menggunakan interface jika kita ingin class yang tidak berhubungan mengimplementasikan method yang sama. Melalui interface-interface, kita dapatmenangkap kemiripan diantara class yang tidak berhubungan tanpa membuatnya seolah-olah class yang berhubungan.

Mari kita ambil contoh class Line dimana berisi method yang menghitung panjang dari garis dan membandingkan object Line ke object dari class yang sama. Sekarang, misalkan kita punya class yang lain yaitu MyInteger dimana berisi method yang membandingkan object MyInteger ke object dari class yang sama. Seperti yang kita lihat disini, kedua class-class mempunyai method yang mirip dimana membandingkan mereka dari object lain dalam tipe yang sama, tetapi mereka tidak berhubungan sama sekali. Supaya dapat menjalankan cara untuk memastikan bahwa dua class-class ini mengimplementasikan beberapa method dengan tanda yang sama, kita dapat menggunakan sebuah interface untuk hal ini. Kita dapat membuat sebuah class interface, katakanlah interface Relation dimana mempunyai deklarasi method pembanding. Relasi interface dapat dideklarasikan sebagai,

public interface Relation

{

public boolean isGreater( Object a, Object b); public boolean isLess( Object a, Object b); public boolean isEqual( Object a, Object b);

}

Alasan lain dalam menggunakan interface pemrograman object adalah untuk menyatakan sebuah interface pemrograman object tanpa menyatakan classnya. Seperti yang dapat kitalihat nanti dalam bagian Interface vs class, kita dapat benar-benar menggunakan interface sebagai tipe data.

Pada akhirnya, kita perlu menggunakan interface untuk pewarisan model jamak dimana menyediakan class untuk mempunyai lebih dari satu superclass. Pewarisan jamak tidak ditunjukkan di Java, tetapi ditunjukkan di bahasa berorientasi object lain seperti C++.

11.5.2     Interface vs. Class Abstract

Berikut ini adalah perbedaan utama antara sebuah interface dan sebuah class abstract: method interface tidak punya tubuh, sebuah interface hanya dapat mendefinisikan konstanta dan interface tidak langsung mewariskan hubungan dengan class istimewa lainnya, mereka didefinisikan secara independent.

11.5.3     Interface vs. Class

Satu ciri umum dari sebuah interface dan class adalah pada tipe mereka berdua. Ini artinya bahwa sebuah interface dapat digunakan dalam tempat-tempat dimana sebuah class dapat digunakan. Sebagai contoh, diberikan class Person dan interface PersonInterface, berikut deklarasi yang benar:

PersonInterface

Person

pi = new Person();

pc = new Person();

Bagaimanapun, Anda tidak dapat membuat instance dari sebuah interface.

Contohnya:

PersonInterface                          pi = new PersonInterface(); //COMPILE //ERROR!!!

Ciri umum lain adalah baik interface maupun class dapat mendefinisikan method. Bagaimanapun, sebuah interface tidak punya sebuah kode implementasi sedangkan class memiliki salah satunya.

11.5.4     Membuat Interface

Untuk membuat interface, kita tulis,

public interface [InterfaceName]

{

//beberapa method tanpa isi

}

Sebagai contoh, mari kita membuat sebuah interface yang mendefinisikan hubungan antara dua object menurut urutan asli dari object.

public interface Relation

{

public boolean isGreater( Object a, Object b); public boolean isLess( Object a, Object b); public boolean isEqual( Object a, Object b);

}

Sekarang, penggunaan interface, kita gunakan kata kunci implements. Contohnya,

/**

  • Class ini mendefinisikan segmen garis */

public class Line implements Relation

{

private double x1;

private double x2;

private double y1;

private double y2;

public Line(double x1, double x2, double y1, double y2){ this.x1 = x1;

this.x2 = x2;

this.y1 = y1;

this.y2 = y2;

}

public double getLength(){

double length = Math.sqrt((x2-x1)*(x2-x1) + (y2-y1)* (y2-y1));

return length;

}

public boolean isGreater( Object a, Object b){ double aLen = ((Line)a).getLength(); double bLen = ((Line)b).getLength(); return (aLen > bLen);

}

public boolean isLess( Object a, Object b){ double aLen = ((Line)a).getLength(); double bLen = ((Line)b).getLength(); return (aLen < bLen);

}

public boolean isEqual( Object a, Object b){ double aLen = ((Line)a).getLength(); double bLen = ((Line)b).getLength(); return (aLen == bLen);

}

}

Ketika class Anda mencoba mengimplementasikan sebuah interface, selalu pastikan bahwa Anda mengimplementasikan semua method dari interface, jika tidak, Anda akan menemukan kesalahan ini,

Line.java:4: Line is not abstract and does not override abstract

method isGreater(java.lang.Object,java.lang.Object) in Relation

public class Line implements Relation

^

1 error

Petunjuk penulisan program:

Gunakan interface untuk mendefinisikan method standar yang sama dalam class-class berbeda yang memungkinkan. Sekali Anda telah membuat kumpulan definisi method standar, Anda dapat menulis method tunggal untuk memanipulasi semua class-class yang mengimplementasikan interface.

11.5.5     Hubungan dari Interface ke Class

Seperti yang telah kita lihat dalam bagian sebelumnya, class dapat mengimplementasikan sebuah interface selama kode implementasi untuk semua method yang didefinisikan dalam interface tersedia.

Hal lain yang perlu dicatat tentang hubungan antara interface ke class-class yaitu, class hanya dapat mengEXTEND SATU superclass, tetapi dapat mengIMPLEMENTASIkan BANYAK interface. Sebuah contoh dari sebuah class yang mengimplementasikan interface adalah,

public class Person implements PersonInterface,

LivingThing,

WhateverInterface {

//beberapa kode di sini

}

Contoh lain dari class yang meng-extend satu superclass dan mengimplementasikan sebuah interface adalah,

public class ComputerScienceStudent extends Student implements PersonInterface,

LivingThing {

//beberapa kode di sini

}

Catatan bahwa sebuah interface bukan bagian dari hirarki pewarisan class. Class yang tidak berhubungan dapat mengimplementasikan interface yang sama.

11.5.6     Pewarisan Antar Interface

Interface bukan bagian dari hirarki class. Bagaimanapun, interface dapat mempunyai hubungan pewarisan antara mereka sendiri. Contohnya, misal kita punya dua interface StudentInterface dan PersonInterface. Jika StudentInterface meng-extendPersonInterface, maka ia akan mewariskan semua deklarasi method dalam PersonInterface.

public interface PersonInterface {

. . .

}

public interface StudentInterface extends PersonInterface {

. . .

}

11.6       Latihan

11. 6.1   Extend StudentRecord

Dalam latihan ini, kita ingin untuk membuat catatan siswa yang lebih khusus yang berisi informasi tambahan tentang pengetahuan komputer siswa. Tugasnya adalah meng-extend class StudentRecord yang mengimplementasikan pelajaran sebelumnya. Cobalah untuk meng-override beberapa method yang ada dalam superclass StudentRecord, jika Anda benar-benar membutuhkannya.

11.6.2   Bentuk Abstract Class

Cobalah untuk membuat class abstract yang dinamai Shape dengan method abstract getArea() dan getName(). Tulis dua subclasses-nya yaitu Circle dan Square. Anda dapat menambahkan method tambahan ke dalam subclasses jika diinginkan.

Video dan file yang akan menambah pemahaman tentang materi :